Raden Mas Kudiarmaji, Pangeran sekaligus Filsuf dari Jawa R.M Kudiarmaji adalah putra dari Sultan Hamengku Buwana VII, yang lahir di Yogyakarta pada tanggal 20 Mei 1892. Ibunya bernama Bendoro Raden Ayu Retnomandoyo, putri dari seorang Patih Danurejo VI. R.M Kudiarmaji menempuh pendidikan yang dapat mengantarkannya menjadi pegawai administrasi di Residen Yogyakarta serta mampu berbahasa Belanda, Inggris dan Arab. Pada usia 18 tahun, ia mendapati namanya berganti menjadi Bendara Pangeran Harya Suryomentaram, yang akhirnya dikenal dengan sosok filsuf Jawa bernama Ki Ageng Suryomentaram. Dua kata depan yang berarti Ki adalah istilah laki-laki tua dari kelas pekerja/bawah dan atas kebijaksanaan yang dimilikinya. Gedhe atau Ageng berarti makna besar. Masa-masa penjajahan adalah masa beragam kegalauan yang silih berganti. Kita terjajah atas kedatangan bangsa Eropa. Bagaimana tidak, segala bentuk manifestasi dari krisis politik, ekonomi, dan kemanusiaan, terjadi bertahun-tahun lamanya....
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Romantis ala Abah Yai Lagi-lagi santri putrinya menengok keromantisan abah yai dihari raya kemarin. Saat santri putrinya itu menjalin silaturahim ke ‘ ndalem ’ beliau. Betapa bahagianya bertemu abah Yai dengan personil yang lengkap, saling menumpahkan rindu di tempat singgah menuntut Ilmu, pesantren Mojokerto. Syukur, pernah menciptakan kenangan disana . “Coba umi sebutkan satu-satu nama muridnya ini, masih ingat ndak ?”, tanya abah yai yang jarang absen menggunakan bahasa Indonesia, yang duduk disamping bu nyai sambil memandang lekat istrinya. “ Nggih iling, abi niku sing mboten iling ,” sahut bu nyai. seyumlah abah yai, mendengar jawaban istrinya yang cukup ketus-ketus manja. “Iya makannya, coba sebutin namanya mulai dari depannya umi” , lanjutnya “Yo ben arek-arek seng nyemauri, lapo kok kula ” ( kalih geguyu ). Abah Yai sangat paham dengan kondisi istrinya tersebut. Apalagi sudah berusia lanjut, penyakit pikun juga jadi khasnya. Dan sudah pasti, santrinya mema...